Wahana publikasi Sekolah Dasar Negeri Sasagaran Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat 43194 sdnegerisasagaran@gmail.com

Kamis, 31 Juli 2025

Tentang Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Dikutip dari : https://guru.kemdikbud.go.id/

Rasional Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan di sekolah.

    Pendidikan jasmani, yang di Indonesia dikenal sebagai Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, menurut William H Freeman (2007: 27-28) adalah pendidikan yang menggunakan aktivitas jasmani untuk meningkatkan individu peserta didik secara menyeluruh berupa aspek jasmani, mental, dan emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan setiap peserta didik sebagai satu kesatuan utuh antara jiwa dan raga. Pernyataan tersebut menjadikan pendidikan jasmani sebagai bidang kajian yang sangat luas dan menarik dengan titik berat pada peningkatan pergerakan manusia (human movement).

    Pembelajaran pendidikan jasmani dilaksanakan dengan menggunakan berbagai pendekatan, model, strategi, metode, gaya, dan teknik sesuai dengan karakteristik tugas gerak, peserta didik, dan lingkungan belajar. Pembelajaran diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah (psikomotor, kognitif, dan afektif) setiap peserta didik dengan menekankan pada kualitas kebugaran jasmani dan perbendaharaan gerak. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dilaksanakan di sekolah secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan agar dapat mengembangkan sikap positif peserta didik yang dapat menghargai manfaat aktivitas jasmani untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

    Berbagai penjelasan ini menyiratkan bahwa pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan bukan semata-mata berurusan dengan pembentukan raga, tetapi melibatkan seluruh aspek perkembangan manusia sesuai dengan cita-cita terbentuknya Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan mandiri.

AYO KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH

 


Rabu, 23 Juli 2025

“Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Emas 2045”,

 


“Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Emas 2045”,

 


HARI ANAK NASIONAL 2025

 Tema Hari Anak Nasional 2025

Pada tahun 2025 ini, Hari Anak Nasional mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Emas 2045”, yang menekankan pentingnya pembentukan generasi penerus yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Peringatan ini juga merupakan bentuk nyata dari kepedulian terhadap pemenuhan hak serta perlindungan anak, yang harus menjadi tanggung jawab bersama. dengan tagline inspiratif “Anak Indonesia Bersaudara.”

Berikut Peringatan Hari Anak Nasional di SD Negeri Sasagaran


Selasa, 22 Juli 2025

Tentang Tes Kemampuan Akademik

 Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir, pemahaman, dan penalaran siswa. TKA akan menggantikan Ujian Nasional (UN) sebagai alat ukur kemampuan siswa, dan akan diterapkan secara bertahap mulai tahun 2025 untuk SMA/SMK, dan 2026 untuk SD dan SMP. 

TKA tidak menentukan kelulusan, tetapi menjadi salah satu komponen penilaian dalam seleksi masuk perguruan tinggi dan sekolah. 

Lebih detail tentang TKA:

1. Tujuan:

TKA bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbagai bidang studi dan memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang potensi akademik mereka. 

2. Penerapan:

TKA akan diterapkan secara bertahap, dimulai dengan kelas 12 SMA/SMK pada tahun 2025, dan kemudian untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2026. 

3. Komponen Penilaian:

Hasil TKA akan digunakan sebagai salah satu dasar dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi, seleksi masuk SMP dan SMA, serta mendukung penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik dari berbagai jalur pendidikan. 

Tidak Menentukan Kelulusan:

Meskipun menjadi bagian dari seleksi, TKA tidak menentukan kelulusan siswa, melainkan memberikan informasi tentang kemampuan akademik mereka. 

4. Manfaat Lainnya:

TKA juga dapat digunakan sebagai acuan dalam sistem pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan, serta sebagai referensi dalam seleksi akademik lainnya. 


Perbedaan dengan UN:

Fokus:

TKA lebih fokus pada pengukuran kemampuan kognitif dan pemahaman siswa secara menyeluruh, sementara UN lebih menitikberatkan pada kelulusan.

Penilaian:

TKA tidak menentukan kelulusan, sedangkan UN sebelumnya digunakan untuk menentukan kelulusan siswa.

Tujuan:

TKA bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih holistik tentang kemampuan siswa, sementara UN lebih berorientasi pada pencapaian standar minimum. 


Contoh Soal:

TKA mencakup berbagai bidang studi, seperti:

Soshum: Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi.

Saintek: Fisika, Kimia, Biologi, Matematika.

Campuran: Gabungan dari Saintek dan Soshum. 

Soal-soal yang diujikan dalam TKA akan menguji pemahaman konsep, kemampuan penalaran, dan kemampuan memecahkan masalah dalam berbagai bidang studi.

Senin, 14 Juli 2025

Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SD Negeri Sasagaran

Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan


MPLS SD NEGERI SASAGARAN TAHUN AJARAN 2025-2026

MPLS adalah singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, yang merupakan kegiatan orientasi bagi siswa baru di sekolah dasar (SD). Tujuannya adalah membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, sistem pembelajaran, guru, dan teman-teman baru. 












MPLS SD adalah masa orientasi yang penting untuk mempersiapkan siswa baru menghadapi dunia pendidikan formal dengan baik. Kegiatan MPLS harus dirancang agar menyenangkan, edukatif, dan ramah anak, sehingga siswa dapat memulai perjalanan belajar mereka dengan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi.